jump to navigation

Nilai, sepenting apa sih? Juli 21, 2008

Posted by amidawibowo in Curhat.
Tags:
trackback

Beberapa waktu lalu, saya ngobrol ama salah satu orang tua teman Daffa di sekolah. Dia ngeluhin soal sistem penilaian di sekolah yg menurut dia gak bener. Kebetulan anak kami sama-sama duduk di kelas 1 SD. Waktu terima raport, ternyata nilai-nilai di rapor anaknya gak sesuai dengan hasil perhitungannya. Nilai yang seharusnya 9 koma sekian, di rapor hanya ditulis 9. Nol koma sekiannya dikemanain? Ini kan namanya nggak menghargai hasil kerja keras murid. Sampai dia tanya ke kepala sekolah, jawaban kepala sekolah gak memuaskannya, karena sistem di sekolah memang begitu. Nilai tertinggi di rapor ya 9 itu.
Terus terang, kalau saya sendiri, saya gak pernah ngitung sampai yg segitu detilnya dari nilai-nilai ujian Daffa selama ini.Mungkin kalau sampai nilainya begitu jauh dari nilai-nilai ujiannya, kita akan complaint. Tapi sejauh ini sih, saya liat rapor Daffa wajar-wajar aja, juga nggak mengecewakan. Nilai 9 juga udah fantastic, bukan?
Terus terang, saya salah satu orang tua yang tidak pernah menanyakan anak saya ranking berapa di kelasnya. Saya menyadari bahwa setiap anak punya keistimewaan masing-masing. Mungkin dia hebat di salah satu bidang, tapi kurang di bidang lain. Kalau mau hebat di segala bidang, waduh… pasti anaknya super duper hebat banget. Saya rasa kita musti menghargai kelebihan setiap anak. Kalaupun ada bidang yang kurang, kita musti support dia sewajarnya tanpa membuatnya menjadi tertekan.
Balik ke soal nilai. Saya jadi inget, waktu ngambil rapor di sekolah, guru kelas Daffa bilang ke saya & minta maaf bahwa nilai tertinggi di rapor adalah 9. Meskipun rata2nya di atas 9, atau bahkan 10, nilai max di rapor tetap 9. Saya tersenyum & meyakinkan gurunya bahwa nilai 9 yang dicapai Daffa, buat saya bener2 awesome. Saya bersyukur sekali dengan apa yang dicapai anak saya. Meskipun ada beberapa nilai yang masih di bawah rata-rata. Apalagi kalau bukan sport ama art & craft.😉 Ya ya… Daffa emang agak lemah di motorik, baik halus maupun kasar. Tapi nggak apa-apa, dia terus berlatih untuk itu.
Jadi menurut saya, nilai 9 itu udah amazing. Kalaupun harus hilang nol koma sekian buat saya nggak masalah. Untuk anak umur 6 tahun, nilai 9, 10, bukan segala-galanya. Kelas 1 SD adalah awal dari pendidikan formal yang begitu panjang yang akan dilaluinya kelak. Jadi yang terpenting adalah bagaimana membuat anak jadi senang sekolah, senang belajar, dan let’s keep their spirits.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: