jump to navigation

Tangkuban Parahu Januari 12, 2009

Posted by amidawibowo in Jalan-jalan.
trackback

title-tp
Seumur2 baru ini saya ke Tangkuban Parahu (mungkin lebih kita kenal dengan Tangkuban Perahu, pake “e). Meskipun sering ke Bandung, paling banter kita jalan2 sampai ke Lembang saja. Tangkuban Perahu hanya dipandangi dari jauh. Kali ini, melihat cuaca yang cerah, akhirnya kamipun berangkat ke sana.

Kalau perjalanan Bandung – Lembang, rasanya sudah nggak terlalu istimewa. Keindahan alamnya tergusur dengan banyaknya bangunan. Lepas dari Lembang, baru berasa sesuatu yang lain. Hutan pinus di kanan kiri ditambah udara yang sejuk, Subhanallah indah banget. Semoga hutan yang sedikit ini tetep dilestarikan.
Sebetulnya untuk naik ke puncak gunung Tangkuban Parahu, ada dua pintu masuk. Tapi info dari tukang parkir di Lembang, sebaiknya ambil gerbang yang kedua yang udah deket kebun teh, karena jalannya relatif lebih bagus. Ternyata jalan yang lebih bagus itu, masih ada lubang2 gronjalan juga.

Kawah Ratu

Kawah Ratu

Tadinya saya pikir, naik ke puncak tangkuban perahu jalannya menyeramkan, tandus, banyak jurang. Ternyata saya salah. Hutan yang lebat adalah pemandangan sepanjang jalan menuju ke atas puncak Tangkuban perahu. Jalannya cukup berkelok-kelok, tapi nggak menyeramkan kok.

Sebelum sampai puncak, ada tanda menuju ke kawah pertama, yaitu ke kawah Domas. Kawah ini kata orang, bisa buat ngrebus telur! Tapi untuk ke sana musti jalan 1,2 km. Lumayan juga. Akhirnya kita putuskan untuk terus saja ke puncak gunung ke kawah Ratu. Kalau di sini,ada area parkir di dekat kawah. Jadi kalau males jalan, ke sini aja. Hehe…

Kawah Ratu

Kawah Ratu

Daffa & Ayah

Daffa & Ayah

Kebetulan, hari itu Minggu, dan pengunjungnya ternyata ramai banget. Agak semrawut juga sih, selain penuh mobil parkir dan pengunjung, banyak kuda yang berseliweran, pedagang di mana-mana. Mungkin perlu agak ditertibkan, jadi pengunjung bisa lebih enak dan leluasa jalan di sini. Begitu melihat kawah yang ternyata besar banget, Subhanallah… sungguh lukisan alam yang luar biasa. Asap masih mengepul di kejauhan, dan aroma belerangnya terasa sekali. Saya pikir, kalau terlalu lama di sini bisa pusing juga mencium aromanya ya. Tapi lihat deh, pedagang di sini kan sepanjang hari ada di deket kawah. Gimana rasanya ya? Udah kebal kali ya.

Sisi lain kawah Ratu

Sisi lain kawah Ratu

Gn.Tangkuban Perahu yang artinya adalah perahu terbalik dan memang bentuknya seperti perahu terbalik, adalah gunung berapi yang mempunyai 3 kawah. Kawah Upas, kawah Domas, dan kawah Ratu. Kawah Ratu yang banyak dikunjungi ini adalah kawah yang sangat besar. Dinding kawah terdiri dari batu, pasir, & kerikil. Gas beracun kadangkala masih keluar dari kawah ini, makanya pengunjung dilarang turun ke dasar kawah. Lagipula, sedalem & securam itu, siapa yang mau turun kalau bukan orang nekat. Hehe… Tapi kalau mau lihat yang nekat ngelewatin pagar pembatas, wah… banyak. Biasanya sih untuk foto2. Kalau saya? Enggak deh, serem….

Komentar»

1. ade - Juni 11, 2010

keren bgt..
thx buat infonya..
bisa jadi rekomendasi buat refreshing nii..
^_^

2. ade - Juni 11, 2010

keren bgt..
thx buat infonya..
bisa jadi rekomendasi buat refreshing nii..

3. amidawibowo - Juni 12, 2010

Sama-sama. Selamat berlibur…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: